Suara Rintik Hujan Kala Senja

Hujan pertama di bulan Oktober
Yang telah ku tunggu selama satu bulan dari bulan sebelumnya
Membawa banyak sekali kejutan dan makna
Mulai dari pelajaran dari bagaimana seharusnya menjadi pria yang mengerti lawan bicara
Hingga, menciptakan humor-humor dalam keadaan segenting apapun

Sudah banyak sekali syair yang terpikirkan untuk ditafsir
Namun ku hanya melamun sambil melihat syair-syair itu berjalan melewati isi kepalaku tanpa ku sapa
Sebersit terpikirkan olehku, pensilku ini sudah menua
Tak lagi mampu menggoreskan lagi kisah-kisah aneh kepada dunia

Membayangkan, bagaimana jika aku mati saat ini
Dan ketika akan dikubur, aku terbangun kembali untuk diberikan kesempatan melihat siapa saja mereka yang mengorbankan air matanya untuk melepas kepergianku

Melihat kembali diriku di ruang refleksi cahaya
Tiada kekuatan yang ku miliki selain kekuatan dari Tuhan
Tiada harta yang ku miliki selain tenaga dan waktu yang ku punya
Dan tiada lagi keistimewaan pada diri ini selain kebaikan hati

Sudah banyak sekali nasihat-nasihat yang ku curahkan kepada mereka yang kendi petunjuknya sedang kosong melompong dan hampir terlapisi dengan rapih oleh debu
Namun, kini malah kendi petunjuk ku yang ku biarkan berdiam diri tanpa ditemani

Ku biarkan intuisi ini kehausan, tak jelas arah
Menulis pun enggan, namun entah mengapa jari jemari ini terus bergerak
Menorehkan tinta-tinta sanubari yang merambat melalui tenggorokan, tak sabar untuk menerobos keluar

Aroma debu tanah yang digerus terus menerus oleh hujan
Membentuk arus yang tak pernah tertebak akan seperti apa polanya
Ketika manusia-manusia yang berkendara akan lebih buas dari biasanya
Aku merasakan hangatnya suara yang langsung menusuk ke dalam kepala
Menemaniku sejak awan mengumpulkan kekuatan untuk mengeluarkan air, hingga ku sampai ke istana kecilku yang sangat rapuh oleh badai

Menerjang dinginnya malam bekas hujan
Tersiksa oleh kelemahan dari kodrat seorang manusia
Semua itu tak ada apa-apanya dibanding dengan canda-canda kecilnya
Yang sungguh akan membahagiakan siapa saja yang mendengar dan melihatnya

Tak kuasa hasratku untuk menyentuh sedikit saja sucinya wajahnya
Seperti anak kecil yang baru pertama kali ke toko souvenir
Semakin dilarang, akan semakin ingin menyentuh

Di antara helaan nafas ini aku belajar
Bahwa, menjadi diriku sendiri bukan berarti hanya terpaku dengan satu gaya
Melainkan ada banyak sekali bagian dari cara hidupku yang bisa ku modifikasi tanpa menghilangkan ciri khasku

Biarkan saja spekulasi dan cercaan mereka melintasi amarah kita
Demi dedaunan yang berjatuhan di tengah jalan, yang telah menciptakan banyak sekali sumber kehidupan bagi makhluk hidup yang melangsungkan keberadaannya di sekitarnya
Yang ketika mati, hanya akan terlindas dan dibuang ke tempat yang dicampur dengan sampah
Aku hanya ingin kau tahu, kau sangat berarti untukku
Tak banyak pujian lewat kata-kata yang dapat ku persembahkan untukmu, namun
Tak peduli kepada siapa perahu hatimu akan berlabuh, lautku akan selalu ada di sini untukmu

“I believe. There’s a reason that we’re all still here. That every doubt will disappear. I believe.”.

(Kamis, 4 Oktober 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s