Atas Nama Cahaya Jingga Ku Berdoa

Bukanlah dilupakan, yang paling menyakitkan adalah apa pun yang kita lakukan tidak berarti apa-apa untuknya
Semua yang kita lakukan tidak dianggap sebagai hal yang mengesankan
Jika dicerna dengan baik, ku akui di dalam dua kalimat itu, terkandung sebuah rintihan harapan yang teramat besar
Harapan agar ia mengetahui bahwa aku melakukan pengorbanan ini hanya untuknya
Untuk mengobatinya di kala sakit, dan untuk menenangkannya di kala gundah

Seperti pagi hari
Tak lama setelah gemuruh adzan Subuh membahana ke setiap lekuk rumah-rumah sederhana
Hawa dingin yang menyelinap masuk dari celah-celah jendela kamar
Nyamuk-nyamuk yang beterbangan terburu-buru ingin kembali beristirahat
Aku keluar dari persinggahanku
Ku melihat begitu banyak cahaya di langit, bintang dan planet yang membungkus kita dalam satu kesatuan galaksi
Sangat jauh, namun masih bisa terlihat, layaknya seorang pahlawan yang kobaran api semangatnya begitu terasa di antara ribuan pasukan
Menghiasi polosnya langit yang kelam

Dan ku tinggalkan kenikmatan itu sejenak untuk pergi membersihkan diri lalu sholat
Ketika ku keluar lagi, kenikmatan itu sudah lenyap karena matahari sudah mulai muncul
Amatlah cepat, hanya beberapa menit seluruh cakrawala berubah wujud
Aku merasa dikhianati oleh sang bulan dan sang bintang
Mereka dengan bangga bersinar di langit bekas sang malam, dan begitu cepat kabur menghilang ketika matahari datang menghadang
Aku seperti memaksakan kehendak kepada ciptaan Sang Kuasa

Lalu berjalan kembali menuju tempat peristirahatan
Termenung kembali diriku ketika aku telah melihat bayangan dari diriku sendiri bergerak mengitar
Cahaya horison ini sangat pekat, tak ku rasakan kembali sejuk dan lembabnya suasana di pagi hari
Padahal aku sangat ingin untuk tetap bernyanyi di bawah penyaksian bintang-bintang
Tetapi tetap saja tiada kekuatan yang mampu mengubah mega sistem yang telah dibuat Tuhan

Seperti kehidupanku ini
Ketika aku tak mampu menahan diriku untuk tidak menyayanginya
Dan ketika lebih baik ku sudahi saja semua perasaan tolol ini untuknya
Hanya mampu termangu, diam tak berdaya, memperhatikan
Ia yang ku cinta, sedang tertawa bahagia untuk lelakinya yang ia puja
Tak jelas mengapa aku seperti ini, ia yang ku puja, merasa bahagia, namun ku sedih bukan kepalang

Perasaanku ini tak ayalnya jawara burung kicauan yang dikurung dalam sebuah kandang
Indah bila didengar dengan seksama, oleh orang-orang yang memiliki kemampuan berbeda
Namun tetap saja tak mampu keluar untuk merasakan dunia
Terkekang di dalam luasnya kebebasan
Begitu dekat, namun menyentuhnya sedikit pun aku tak mampu

Di tengah berjatuhnya banyak sekali korban dari peperangan antara pikiran dengan perasaan yang melanda
Layaknya sebuah virus yang menyebar dan tak ada penawarnya
Dan ku yakin, tiada yang kebetulan, semua ini sudah bagian dari rencana masa depanku yang telah dibuat oleh Tuhan Yang Maha Penyayang
Tak lupa ku ingat hanyalah ada keindahan, kebaikan, dan keberkahan di bagian akhir dari semua rencana Tuhan

Seiring kembali bersinarnya sang surya, si penjaga dan penyeimbang kehidupan dunia
Yang cahayanya mendobrak masuk ke dalam jendela kamarku yang terselimuti debu
Menyinari sebagian dinding, dan membuatnya seperti berubah warna
Seiring terdengarnya suara aktivitas manusia-manusia yang baru pulang setelah menjelajahi dunia mimpi
Begitu indah karena tergabung dengan kicauan burung yang penuh asa
Dan suara lantunan musik yang baru saja ku putar untuk memperbaiki kabut di hati ini

Atas nama cahaya jingga dari ufuk timur yang menyingkirkan gemerlap selimut dingin sang biru di udara
Aku berdoa semoga aku dan ia mampu menjalani rencana Tuhan ini dengan baik dan sempurna
Aamiin

(Minggu, 2 September 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s