Puncak Kepedihan

Ku rasakan semua pedih di matamu, air matamu menguap dari balik layar kaca yang
Ribuan pukulan menghujam hatimu, perutmu, kepalamu, dan aku iktu merasakan hal itu melalu tiap goresan yang kau pahat
Kau yang dikhianati oleh indahnya cinta, kau yang menjadi korban peliknya janji buta, kau yang dikutuk dan dijadikan tumbal agar senyum mereka tetap mengembang dan terus tercipta

Dan aku tak tahan akan hal itu! Sangat muak!
Ingin ku gapai tanganmu, ingin ku bawa dirimu menghampiri mereka
Ingin ku hantam wajah mereka tepat di mata!
Emosi ini sungguh meluap! Tak ada yang mampu menahannya!
Kecuali, keikhlasanmu

Keihklasanmulah yang bisa menenteramkan hatiku, yang bisa menjadi hujan bagi terbakarnya hatimu
Kekuatan sejati dari seorang pejuang terdapat di dalam dirimu
Kekuatan untuk tetap berdiri, tetap melangkah, tetap mengikhlaskan diri, dan tetap tersenyum ketika kekejaman sisi lain dari cinta sedang menhajarmu habis-habisan

Derita yang berasal dari kenyataan ternyata tak jauh berbeda dengan mimpi yang tak berujung bukan?
Ketika orang-orang suci yang terus berdusta melalui janji-janjinya
Ketika orang-orang rupawan yang terus berbohong melalui kebanggaannya atas sesuatu yang belum tentu menjadi miliknya
Ketika mereka yang kau kira menyayangimu ternyata sedang berencana untuk membunuhmu
Ketika hanyalah ada kebahagiaan kecil di pojok-pojok tikungan kehidupan yang ditinggalkan
Dan di situlah aku berada, mencoba membusungkan kembali dadamu yang hancur lebur itu

Tak banyak yang mampu ku lakukan, tak banyak yang bisa ku berikan
Tak ada yang bisa ku jamin, tak ada yang bisa ku janjikan untuk kembali menyembuhkan lukamu
Satu-satunya yang ku miliki adalah kebaikan hati yang ditenagai Tuhan kita Yang Maha Kuat

Ku akui memang telah ada orang lain yang ku sayangi, yang sudah menetap di hati ini
Namun atas nama kepedulian seorang ibu kepada anaknya, dan demi rintihan hati seorang ayah untuk seorang anaknya
Aku selalu siap untuk menjagamu, aku akan menjadi hutan pelindungmu
Penyedia air bagi dirimu, untuk menghilangkan segala dahaga jiwamu
Penghasil udara untukmu, agar kau terus mampu berlari kencang

Hutan adalah sumber kehidupan bagi dunia
Dan ku selalu berdoa dan berupaya untuk menjadi seperti itu
Aku ingin melihatmu kembali terbang, tak gentar walaupun beragam penyakit menggerogoti jasmani dan rohanimu

Ku rasakan kembali pilunya persendian tulang di dalam tubuhmu demi perjuangan untuk bertahan sebelum bangkit
Ku rasakan getaran yang hampir merobohkan penjaraku, ku tahu itu berasal dari kerasnya teriakanmu yang ingin memberontak untuk segera keluar dan pergi dari tempat itu

Di tengah hirup pikuk segala kegiatan duniawi
Di hadapan kanvas yang memancarkan sinar matahari
Di antar pandangan manis yang terpancar demi menutupi kepenatan
Di sini, di tempat yang penuh dengan cahaya terang
Suara-suara kecil yang samar dan sayup terdengar
Decitan, gesekan kertas, bentakan, bujukan, candaan kecil, alunan musik, keluh kesah, cerita ringan, dan kebersamaan
Diiringi segala upaya untuk menyembunyikan sembap di mataku
Aku berdoa untuk kebahagiaan yang pasti diberikan Tuhan gadis baik nan kuat sepertimu

(9 September 2012, 23:00)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s