Aku, Bayangmu dan Kau, dengan Kutukan Bodohmu

Ketika semua yang kau dengar itu hanyalah cerita belaka
Sungguh tiada nilai-nilai kebenaran yang tertera di dalamnya
Satu-satunya kebenaran berada pada pikirannya saja, apa yang ia alami dan apa yang ia rasakan

Menjadi suatu kebanggaan ketika kau dipilih menjadi orang yang berhak mengetahui apa yang ia rasakan
Namun menjadi suatu kebodohan ketika kau mengetahui bahwa tidak ada kecocokan antara isak tangis dari sebuah cerita dengan derai air mata sebuah kenyataan
Dan menjadi suatu penyesalan ketika kau baru menyadari bahwa kau telah percaya pada curahan hatinya yang sebenarnya bersifat sementara

Semua hal yang ada pada dunia ini memanglah hanya sementara
Dan kau lupa akan hal itu, sungguh sebuah kesalahan yang menciptakan bekas luka yang teramat dalam
Menangis tanpa air mata
Tersenyum tanpa kebahagiaan

Tiada daya, untuk menopang semua beban yang sepertinya kasat mata ini
Kemana kekuatan yang selama ini kau miliki?
Senyum pun harus kau palsukan? Untuk tetap menjadi selayaknya manusia biasa?

Ketika kau bercermin. Segalanya mulai terungkap
Ku melihat wajah muram, suram, yang memaksakan sebuah rona tawa. Benar-benar ironis.
Ku bantu kau berpikir dan mencari, racun apa yang telah dipagut olehnya kepada dirimu?

Ku beri satu jawaban
Mungkin ini adalah sebuah kutukan
Kutukan dari kebaikan yang terus kau pertahankan
Mengapa dengan sangat gagah ku sebut yang kau alami ialah sebuah kutukan?
Sebenarnya ini adalah berkah
Berkah karena kau mampu mempertahankannya dengan penuh keikhlasan
Namun ku sebut kutukan, karena ternyata di sisi lain yang sangat temaram
Ada sebagian dirimu (hati dan jiwa) yang tersiksa dan sebagian lainnya (pikiran dan raga) juga ikut merasakan penderitaannya

Aku, sebagai bayangmu hanya mampu mengingatkanmu tentang hal yang kau bentakkan kepadaku dahulu
Yaitu, “Apa yang membuatmu sakit, hentikanlah,
Bila tak bisa, maka kendalikanlah.

Tenang saja kawan lama, tidak seperti mereka, aku akan terus di sini menemanimu
Semuanya akan berakhir, ketika kau merasakan tak ada lagi yang berarti untukmu

(Jumat, 31 Agustus 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s