Penyusunan Anggaran Pendekatan Zero Based

Pendekatan Pembuatan Anggaran ini adalah: Setiap aktivitas atau program yang telah diadakan ditahun- tahun sebelumnya tidak secara otomatis dapat dilanjutkan.

Proses Anggaran Berbasis Nol (Zero Based Budgeting – ZBB)
• Membagi semua operasi dari organisasi ke dalam unit- unit keputusan (Decision Package)
• Dasar untuk pembagian adalah aktivitas secara spesifik, jasa spesifik yang diberikan, subunit organisasi atau aktivitas alternatif yang dilakukan untuk mencapai tujuan dari program.
• Memilih cara terbaik untuk menyediakan jasa dengan berdasarkan anlisis biaya manfaat atau a analisis lain (menggunakan pertimbangan politis)
• Menentukan pilihan atas beberapa unit oganisasi sehingga didapat keputusan tentang banyaknya jasa ang akan disedikan.

Keuntungan Pendekatan ZBB
1. Tidak tercipat asumsi bahwa alokasi sumber daya periode yang lalau akan selalu diterapkan sama pada periode sekarang atau berikutnya.
2. Menghemat biaya dengan mengindentifikasi dan menghilangkan program yang sudah tidak diperlukan.
3. Mefokuskan perhatian pada biaya dan mamfaat dari jasa yang diberikan.
4. Mendorong pencarian cara baru untuk menyediakan jasa dan mencapai tujuan organisasi .
5. Meningkatkan kemampuan manajemen guna merencanakan dan mengevaluasi.
6. Memberikan Justifikasi yang lebiah baik untuk penyediaan anggaran.

Kelemahan Pendekatan ZBB
1. Memerlukan banyak sumber daya seperti dokumen- dokumen menyita banyak waktu dari staf dan merepotkan.
2. Sulit mendapatkan data yang diperlukan untuk menghitung biaya dari aktivitas alternatif untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Adanya faktor- faktor lain, misalnya: pemerintah telah memutuskan secara resmi untuk tetap menyediakan jumlah tertentu dari anggaran untuk jasa tertentu walaupun ZBB merekomendasikan bahwa jasa tersebut dihapus saja.
Alternatif Keputusan

Dengan pendekatan ZBB, organisasi membuat sebuah paket/unit keputusan (decision package) yang berisi beberapa alternatif keputusan atas setiap aktivitas yang menjadi identitas dan penjelasan bagi aktivitas yang bersangkutan yang secara umum berisi komponen- komponen sebagai berikut:
1. Tujuan aktivitas tersebut dinyatakan dengan suatu cara yang membuat tujuan yang diharapkan menjadi jelas.
2. Altenatif aktivitas/ alat untuk mencapai tujuan yang sama dan alternatif- alternatif tersebut ditolak.
3. Konsekuensi dari tidak dilakukanya aktivitas tersebut.
4. Input, kuantitas, atau unit pelayanan yang disediakan (output), dan hasil (outcome) pada berbagai tingkat pendanaan.

DAFTAR PUSTAKA
“Teori Anggaran Berbasis Kinerja.” http://www.slideshare.net/atoslide/teori-anggaran- berbasis-kinerja
Nordiawan, Deddi., Ayuningtyas Hertianti. Akuntansi Sektor Publik. Jakarta: Salemba Empat, 2011.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s