Suara Letupan dari Saya untuk Tuhan kepada Dunia

Saya hanyalah kumpulan tanah, yang telah diberi kesempatan oleh-Mu untuk mencicipi indahnya dunia
Yang diberikan nafas-nafas nyawa, kerlipan asa, taburan rasa, dan gumpalan tenaga
Dipertemukan dengan cinta, terluka oleh duka, memekik perih menahan pedih, tertawa bahagia menikmati suka
Gegap gempita euforia dari semesta, membentuk tujuan, alasan, dan doa
Gemerlap indah cahaya kegelapan, mengingatkan Saya akan hal yang dulu pernah dikenalkan oleh udara, udara yang dipenuhi dosa

Dengan segala kelemahan dan keburukan yang Engkau anugerahkan kepada jiwa dan raga ini
Terimakasih Tuhan
Untuk air mata yang telah Engkau berikan, yang telah Kau buat untuk menemani mata yang sayu
Terimakasih Tuhan
Atas seluruh mimpi dan keterbatasan yang telah Engkau tancapkan di ulu hati yang paling dalam
Terimakasih Tuhan
Dan untuk segala emosi yang masih mampu Saya rasakan dengan nikmat
Terimakasih Tuhan
Serta, untuk seluruh kedamaian dan ketenteraman yang Engkau berkahi kepada Saya, makhluk hina ini
Terimakasih Tuhan

Entah apapun yang terjadi oleh gunung, daratan, lautan, angin, langit, awan, dan seluruh benda luar biasa yang Engkau karuniai kepada kami
Saya, seorang manusia yang takkan pernah berubah menjadi dewa
Saya, akan tetap menjadi manusia, akan tetap menjadi seorang Alas
Yang mencintai mereka, yang menyayangi dia, yang ingin selalu ada di sampingnya, yang ingin selalu menyiapkan sayap untuknya terbang dan sirip untuknya berenang mengarungi dunia
Seorang Alas yang selalu berdoa kepada-Mu ya Tuhan, agar selalu diberikan kekuatan, tenaga, dan waktu untuk selalu mengasihinya, dan hidup demi mereka
Yang selalu belajar untuk tetap setia dan berpegang teguh atas dasar kebaikan, azas ketegasan, dan perilaku kejujuran
Yang selalu berlatih untuk mengendalikan keadaan, mengendalikan perasaan, bukan bermain dengannya atau bahkan menutupinya

Kebodohan-kebodohan yang selama ini Saya perbuat, kepada-Mu, kepada mereka, kepada dia
Maafkan Saya Tuhan
Keburukan-keburukan yang memenuhi setiap dinding-dinding sudut pandang Saya, yang menutupi kalbu, mencekik paru-paru, merenggut keahlian nurani untuk berkata
Maafkan Saya Tuhan
Kelemahan-kelemahan yang telah mengecewakan harapan yang telah dihadiahi kepada Saya
Maafkan Saya Tuhan
Kesalahan-kesalahan nan menghiasi setiap pori-pori kulit dengan cantiknya
Maafkan Saya Tuhan
Dan kegagalan-kegagalan yang tak pernah bosan menemani bayang-bayang kabur sebuah keberhasilan
Maafkan Saya Tuhan

Khayalan untuk menjadi legenda, menjadi sumber manfaat bagi khalayak banyak
Apakah akan terwujudkan?
Saya tidak tahu, yang pasti Saya hidup demi mewujudkan itu
Dengan segala perkembangan, kemunduran, pertumbuhan, serta seluruh efeknya terhadap kehidupan
Saya akan tetap menjadi Alas
Yang sesuai dengan artinya, yakni hutan
Dan Saya, yang tak pernah bosan, semangatnya selalu kalah oleh kenyataan, perilakunya selalu berujung pada kekecewaan, merasakan malu akibat pola pikir yang tak karuan, menerima cemoohan dengan membusungkan dada, tertunduk letih ketika hembusan nafasnya berakhir pada kesakitan,
Dan yang tak pernah bosan untuk tetap mencintainya, mencintai mereka
Hidup untuknya, hidup untuk mereka, dan hidup untuk-Mu ya Tuhan

Atas nama hujan, awan, dan bulan yang pernah Saya lihat ketika itu, ketika bersamanya
Atas nama kesedihan yang tak pernah kehabisan tempat untuk selalu bersembunyi
Atas nama segala ketidakmampuan Saya layaknya manusia biasa
Atas nama masa depan dan masa lalu yang menemani tiada henti

Saya berdoa, untuk selalu diberikan kesempatan oleh-Mu, yang selalu Engkau turunkan ke dunia, melalui hujan atau panas yang menyelimuti kota
Dan untuk kemampuan agar tak melewatinya, melainkan menjemput dan menggunakannya sebaik yang Saya bisa
Dan untuk cinta yang Kau berikan kepada seluruh manusia termasuk kepada orang-orang yang Saya cinta, keluarga, tetangga, sahabat, sanak saudara, teman, dan dia

Mungkin permintaan ini tak sopan atau bahkan berlebihan
Namun Tuhan,
Jadikanlah Saya, sebagai hutan untuk dunia, hutan untuk mereka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s