Last Weekend in 2012 With You

Bahkan hujan pun, yang katanya selalu merendam kesenangan dan keriuhan warga
Selalu ada kata berhenti
Selalu ada kata berhenti untuk hujan, walaupun hanya sementara
Ketika hujan berhenti, belum tentu muncul matahari, namun senyumnya sudah cukup menerangi jalanku, menghangatkan hatiku

Momen-momen dengannya, membentuk gugusan nada yang ku kumpulkan dalam beberapa carik partitur penuh warna
Yang ku yakini jika dimainkan pasti akan membentuk simponi dan harmoni yang mengalun indah seperti awan cerah di langit di bawah tarian sinar mentari
Segala embun yang menetes dari dedaunan, kabut yang masih menyelimuti sudut-sudut jalan, dan udara pagi yang sungguh penuh kesegaran nan menenteramkan jiwa
Alunan sang qori’ yang melantunkan ayat-ayat firman Allah dengan cantik ditemani oleh cahaya langit timur yang mulai menggantungkan dirinya di lapisan bumi tertinggi

Memetik bayang-bayang cahaya yang menembus jendela, ku sampaikan bait-bait kerinduanku untuknya
Sembari berharap bodoh, ia datang ke sini dengan sejuta keindahannya, muncul dari balik awan lalu langsung terjun menerobos atap
Terkadang ku merindukan suara burung rumahan yang berkicau seperti sedang tersenyum, menertawaiku yang sedang menjaga bara api asmara beserta sang asap
Di luar, ku tengok, jauh di atas sana, sepertinya banyak sekali cawan emas dan ceruk perak, berisikan ketenteraman, andai bisa ku petik, pasti kan ku bawakan untuknya lalu ku minum bersama

Ku perhatikan sang fajar yang telah mulai menyingsingkan lengannya, bersiap beraktivitas hari ini, tak ayal ku bisikkan sebuah pertanyaan kepadanya
“Hei, mampukah kau terus bersinar tanpa diselimuti awan atau tertutupi hujan hari ini? Aku ingin menghabiskan hariku bersamanya, di bawah cahayamu”
Sepertinya terlalu naif, ku mampu mengirimkan pertanyaan, ku rasa sang matahari juga mampu mengirimkan jawaban, namun dengan bahasa berbeda yang tidak dapat saling dipahami sesamanya
Tetapi, itu hanyalah gambaran dari satu pagi di sini, tempat lusuh ini, tempat ku menghabiskan banyak waktuku

Masing-masing pagi memiliki kisahnya sendiri, di kota ini tersedia banyak sekali kisah pada pagi hari
Ketika siang mulai menjalar, panas, kemacetan, emosi, dan begitu banyak kekurangan dari kota ini
Namun setidaknya, masih terdapat keistimewaan yang dibawa oleh sang pagi untuk kota yang kami diami
Keistimewaan yang hanya bisa dinikmati oleh orang-orang yang memiliki niat, termasuk kami

Pagi ini, Minggu pagi yang penuh semangat untukku, untuk tubuh yang membutuhkan kesehatan lebih dari tubuh-tubuh bergerak yang lain
Pagi ini, Minggu pagi yang penuh keistimewaan untukku, ketika mampu menggenggam tangannya lebih erat, melihat senyumnya lebih jelas, nan mengukir indah terbaluri oleh keringat-keringat tawa dan canda
Pagi ini, Minggu pagi yang penuh cerita untukku, suatu pagi yang mempertemukanku dengan momen-momen yang jarang ku lihat,
seperti tarian air yang meluncur indah mengikuti arah angin, lalu jatuh menuju bumi karena ditarik oleh gravitasi, namun apa daya, tarian itu sudah menyatu dengan udara sebelum mencapai bumi
Bukan karena tariannya yang kurang bertenaga, namun mereka tidak saling terikat, mereka terbang memang bergerombol, namun tak ku lihat ada ikatan di antara mereka
Karena itu mereka lemah, dan ku harap, kami dan kasih sayang kami tidak seperti itu, walaupun hanya berdua, ku yakin dan ku berdoa, takkan ada gravitasi atau udara yang cukup kuat untuk menghancurkan kami
Dan pagi ini, Minggu pagi yang penuh kekuatan untukku, kekuatan untuk menjadi lebih kuat dan mampu dari yang sebelumnya, kekuatan untuk memperlebar ruang batas yang selama ini mengekang hidupku

Selang beberapa saat, cahaya pun menyelinap kabur tanpa berpamitan, lalu posisinya diganti oleh kegelapan
Sang senja, si tukang pamer, tumben sekali tak memunculkan tegap badannya hari ini
Tahu-tahu malam sudah kembali mengisi langit kota ini
Dan bulan, ya seperti rutinitas bulanannya, ia bekerja menerangi hati para manusia yang haus akan keindahan, keindahan yang terselip di antara pikiran-pikiran keseharian mereka

Dan memperhatikan bulan malam ini
Bulan yang menemani kami yang sedang menikmati nikmat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Mencintai umat-Nya di suatu tempat anggun yang bertuliskan “House of Chocolate
Sebuah gambar lucu bersamanya,
Membuatku mengingat segala petualangan kecil dan keindahan-keindahan yang kami temukan di setiap sudut tempat yang belum sering terjamah atau diperhatikan
Juga membuatku teringat akan tawa-tawa ringkik karena kebodohan, pertemanan, dan kasih sayang
Mulai dari laut, langit, angin, ombak, matahari senja, terbitnya bulan purnama, panasnya tanah, awan, dan tatapan mata yang dipadupadankan oleh indah senyumnya

Dan keindahan-Mu itu, terekam di kepala ku, kemudian ku pahat klise-klise itu di setiap pojok tempat yang pernah kami kunjungi,
selain agar tak terlupakan, juga merupakan sebagai alat yang membantuku dalam mengingat setiap momen di setiap tempat yang pernah kami jelajahi
Terimakasih Tuhan, Engkau menahan tetesan air hujan untuk kotaku sepanjang perjalananku, sehingga aku bisa berkeliaran sebebasnya
Aku sangat percaya, masih banyak keindahan, kebahagiaan, dan cerita yang menggantung dengan bebas di luar sana, yang siap sedia untuk diambil lalu disimpan bagi siapa saja yang menginginkannya
Begitu juga dengannya, bagaikan sebuah gua, yang takkan pernah kekeringan air untuk menghiasi dan kehabisan lorong untuk dijelajahi. Atau, bagaikan seseorang yang selalu siap menemaniku menjelajahi gua seperti itu

(31 Desember 2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s