Rembulan Pagi Hari

Ada atau tidaknya awan, tebal atau tidaknya mereka, menutupi langit atau tidaknya mereka
Matahari akan selalu ada di situ, terus menerangi Bumi tanpa peduli apapun yang terjadi
Dan terlihat atau tidaknya sang bulan, terangnya atau tidaknya ia
Ia akan selalu berada di dekat Bumi, menari mengelilingi Bumi tanpa peduli apapun yang terjadi
 
Yang perlu kita lakukan adalah menemukan keindahan dan kebahagiaan kecil
Di sudut-sudut tempat yang terlupakan, tak pernah kita sadari, dan tak pernah perhatikan
Seperti awan yang tersinari rembulan, seperti senja yang mengawali malam
Seperti lengkungan garis pantai terdebur ombak, seperti bulan di pagi hari

Ada yang menganggapnya sebagai si pendusta,
karena masih bersinar padahal matahari sudah muncul
Ada yang menganggapnya sebagai si pengindah,
karena bersinar indah berpadu padan dengan sang mentari

Sebuah mata langit yang terus memperhatikan kami
Dari malam hingga pagi, tak kalah oleh tebalnya awan, tak kalah oleh gelapnya malam
Ia selalu bersinar, tiada bosan memenuhi wajahnya
Bersamaan dengan sinarnya aku pulang, bersamaan dengan sinarnya aku berangkat

Pedagang-pedagang kecil, berebutan tempat untuk berlindung dari hujan, termasuk kami
Ada sebuah tempat ibadah menjulang indah di sudut jalan sana
Potret-potret wajah manis, indah, tak terkatakan
Momen-momen itu tergantung di jendelaku, menahan cahaya pagi yang berusaha masuk menyisir dinding kamar

Kenangan bergantung dengan kerinduan mendalam berteman dengan khayalan
Inginku ku tembakkan meriam-meriam ini ke arah rumahnya
Yang diisikan oleh mesiu dan peluru kasih sayang
Berharap semoga mampu menembus relung hatinya yang terdalam

Sepertinya ia membangun mercusuar di hatinya, mungkin itu tanda untukku
Tanda bahwa ada tempat untuk berlabuh, akhirnya hasrat kerinduanku terpenuhi
Beruntungku benar-benar beruntung, dek kapal akan pecah
Terhantam kerasnya karang, yang tak terlihat karena tertutup kabut

Tak ku buka layar, tak ku arahkan kemudi kapal
Hati ini yang mengarahkan kapal, dan bergerak menuju mercusuar di hatinya
Bulan di pagi hari, ingat betul ku akanmu, karena engkaulah yang menjadi saksi berlabuhnya kapal ini untuk pertama kalinya
Tariklah permukaan laut, buatlah mereka menjadi pasang, agar kapalku tak lagi berbenturan dengan karang

Bibir pantai sudah terlihat, sinar mercusuarnya semakin jelas berkilauan
Ku turunkan sekociku, ku kayuh dayung rusak ini, biarlah saja jika patah
Tak pernah ku lihat daratan, apalagi yang seindah ini
Bagaimana bisa ada anggrek dan lili, di tempat yang berbatasan langsung dengan laut Samudera Atlantik

Semakin tinggi mendaki, semakin cepat melangkah
Tak jauh lagi menuju cahaya itu, sontak terhentak badanku, hampir saja ku terjatuh di jurang
Melihat cahaya yang telah padam, bak harapan yang hancur luluh lebur tak berbentuk
Tetapi tak ku gubris, tak ku hiraukan, ku acuhkan, meneruskan derap ku sigap mendongak

Jadi seperti ini, mercusuar yang dibangun di atas hati
Begitu indah mempesona, memberi petunjuk bagi siapa saja yang dicintainya
Agar tahu tempat ia bisa berlabuh, beristirahat, dan mengecap hangat kebahagiaan
Kecupan hangat ku lancarkan ke bibir pintu mercusuar itu

Ku lihat sosok dirimu di puncak
Mengenakan gaun putih indah, tertawa terbahak-bahak
Begitu mempesona, hingga membuatku lupa apa yang sedang ku kenakan
Pakaian compang camping yang ternyata tak menjadi masalah untuk bidadari yang ku idamkan

Ku hampiri lembut tanganmu, ku sandarkan tubuhku di dinding
Kau perhatikan lelahku, kau sandarkan tubuhmu di bahu
Ku sampaikan segala kerinduan yang selama ini berusaha tak terjatuh dari tebing
Lalu kau sampaikan pula kerinduan yang selama ini kau tahan di hatimu

Bersamamu, memandang indahnya bulan di pagi hari
Bersamamu, mengikrakan janji dan memperrsembahkan pengabdianku untuk pulau ini
Bersamamu, mendirikan pelabuhan dan mercusuar lain untuk mereka yang dulu membenci
Bersamamu, menjaga mercusuar ini hingga akhir hayat nanti

(30 Januari 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s