Sang Pengabdi Kapal

Benar juga apa katanya
Sore itu, tak secerah sore sebelumnya, ketika kami menikmati pantai yang sama
Agak gelap, karena sang surya, dihalangi senyumnya oleh awan tebal di ufuk barat
Deburan ombak kelabu menggoda para pemancing ikan yang terlihat senang walau dapat dilihat tak ada ikan yang didapat

Letaknya yang tak jauh dari bandara, membuat kami mampu melihat pesawat lebih jelas dari biasanya
Di tempat itu, aku merasa langit, laut, daratan, angin, dan dia adalah milikku seorang
Hanya milikku seorang
Penjelasannya mengenai burung camar, sungguh membuat hatiku tersenyum
Ia telah sering mendengar ceritanya tentang bentuk formasi burung, namun, aku takkan pernah bosan mendengarnya bercerita, karena bagiku, ceritanya adalah pancuran air dari pulau di atas langit yang airnya mengalir sejuk tepat membelah bagian tengah hatiku

Kapal-kapal rusak, yang nyaris tenggelam di dalam kolam hitam
Membisu di bawah cahaya mercusuar markas
Lelah mereka bersaksi akan keganasan laut lepas
yang mampu menghempas sebuas apapun benda yang melintas

Sangat mirip dengan dirimu yang sedang menciptakan badai
Sangat berkecukupan untuk menebas apapun yang mencoba melibas
Memanas dengan sendirinya, mencabut segala air yang berada di dalam tanah dan tumbuhan
Seluruh permukaan akan mengering jika ia tetap berada dalam perisai amarahnya
Baju baja dan pedang timah pun takkan mampu menahan

Lagi-lagi, langit-Mu sangatlah indah ya Tuhan
Heran diriku jika tak ada yang memperhatikan dan menikmati indahnya pesona alam buatan tangan Tuhan
Begitu juga dengan tawa dan senyumnya, bagaikan great barrier reef di Australia
Atau bagaikan Love Island di Eropa nun jauh di sana

Hei, batu pantai
Sedang apa kau di situ? Berbaris rapi melindungi kami ya?
Bolehkah aku memberitahumu sedikit, mungkin ini bukan hal yang penting bagimu
Namun untukku, meluapkan perasaan adalah hal yang bisa menjagaku agar tak meledak seketika
Bahwa sesungguhnya tak ada tempat yang lebih menciptakan rasa ceria dan bahagia
Kecuali sebuah tempat yang selalu ada dia di dekatku
Tiada ku peduli di mana apiku berada, aku selalu nyaman jika berada di dekatnya

Kami lihat, perahu besar penangkap ikan berangkat menuju laut lepas
Temannya yang satu lagi terpaku di situ, ku tatap yang diam satu itu
Tepat di depan kerlap kerlip cahaya yang menera dari jauh sana

Tiba-tiba saja ku tenggelam di tengah-tengah kesunyian yang seram
Ketika senyum dan tawamu berganti dengan kesedihan yang sungguh mendalam tertanam
Tak mau ku berenang ku permukaan, menghirup udara penuh dusta
Lebih baik ku menyelam semakin dalam, memenuhi paru-paru dengan air penuh cinta

Ku tatap matanya, seperti sedang menikmati senja dengan secangkir cokelat hangat
Namun kala itu berbeda, ia ceritakan tentang betapa keruh, kuat, dan sedihnya kehidupan seorang pengabdi kapal
Dan aku terbawa, ikut ku bayangkan betapa sulitnya menjadi manusia yang hidup di tengah laut sana
Angkasa mulai menggelap, cahaya kota mulai menyinari langit dengan sinar jingganya
Di situ aku hanya berharap, ia menemukan cara untuk menghentikan air mata yang terus berceceran
Karena sekaan ku, tak cukup ntuk menahan
Ku percaya, orang yang sedang ia ceritakan, merupakan manusia kuat yang selalu mampu berbahagia di setiap badai yang dilewatinya

Ku yakini dengan sangat pasti, sungguh baiknya ia
Dan ku yakini jua dengan sangat pasti, sungguh ku sayang dia
Ku terawang lagi laut hitam yang ada di seberang, membayangkan apakah ada ikan besar di dalamnya
Mungkinkah jika ikan besar itu meloncat kemari, ke daratan, lalu berevolusi menjadi seekor kadal
Karena mereka bilang tak ada yang tak mungkin kan?

Ku hirup lagi aroma amis laut yang penuh kotoran
Namun tak ku gubris karena keindahan yang terpajang di ujung sudut pandang
Kami teruskan perjalanan, tak pedulikan jarak, tak pedulikan hujan
Yang penting terus bersama, dalam duka dan suka, dalam kasih dan sayang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s