Selamat Malam Bulanku

Terkadang, menjadi buta jugalah sebuah keberuntungan
Karena ada banyak hal menyeramkan yang tak ingin kau lihat ya tuan
Bila lelaki ini tak mampu memenangkan perjudian hanya karena tak mampu melihat, lalu mengapa ia masih melanjutkan permainan padahal sudah kalah besar?
Tidakkah ia sedang merecanakan sesuatu?
Bagaimana jika ia bisa membuat lubang di lantai, tepat di bawah meja judimu, lalu mengirimmu langsung ke neraka sana lewat lubang yang tak mampu ditutup itu?

Di tengah kota yang penuh akan gairah, kesenangan, dan kebrutalan
Mainan-mainan yang hidup, menyatu dengan kehidupan manusia
Menjadi favorit anak kecil, menjadi prajurit dan pesuruh bagi manusia-manusia tua yang tak bergairah lagi melakukan aktivitas penuh resiko
Wanita-wanita pencemburu, yang makin cantik mereka, makin kuat mereka menikam
Segala bentuk kejahatan tertutupi oleh kebahagiaan yang tak berbatas
Sungguh panorama yang jarang orang lain percaya jika tak langsung melihatnya dengan kepala mereka sendiri, kepala yang masih aktif tentunya

Tempat berjudi, menjadi tempat ku membanjiri perutku dengan makanan
Menghancurkan kesenangan orang, ikut campur urusan mereka yang sedang mencurangi orang buta tersebut
Sambil memakan daging gurita ku hampiri mereka, ku lihat kecurangan mereka, ku hancurkan tawa picik mereka
Mereka membabi buta, brutal mempertahankan harta haram mereka
Teman-temanku di meja sana, diam saja, sambil memerhatikanku, menjagaku agar tak terlalu jauh terlibat
Akhirnya ku mundur, setelah perignatan dari penjaga kasino busuk itu
Ia mengingatkanku, betapa bahayanya kota ini

Ya, ku tahu itu
Bagaimana bsia aman, jika banyak manusia yang sepertinya dikendalikan dari suatu tempat yang jauh dan tinggi di ujung atas sana?
Lalu sepertinya hidup
Wahai teman-temanku para pemuda pemudi yang sedang bermimpi mampu menaklukkan dunia
Ku ingatkan kepada kalian bahwa kalian berdiri di atas kaki kalian sendiri
Berjalanlah selagi kalian bisa, sepertiku dan teman-temanku ini
Yang mana menemukan dunia penuh kesenangan dan kebrutalan sekaligus menyatu seperti ini
Seperti masa abu-abu dulu sekolah, tak mampu membedakan mana yang benar dan yang salah

Berdiri di atas trotoar, menunggu dari arah mana kecelakaan datang menghampiri
Sepertinya belum datang siang ini, mungkin esok hari
Jika begitu, akan ku jelajahi dataran panas ini untuk ke ribuan kalinya, terserah mau kemana lagi yang penting tawa bahagiaku terpuaskan

Lamunanku musnah oleh sekelompok serigala liar yang berhamburan di tengah sungai
Tak jelas apa yang mereka lakukan, mereka hanya meraung dan mengaum
Aku tak tahu mereka mengaum dan meraung karena tak suka air, atau karena tidak bisa berenang
Ku kira yang ku alami hanyalah mimpi buruk, ternyata adalah kenyataan buruk
Ku sisakan tenagaku, untuknya dan akan ku gunakan beberapa yang lain untuk memikirkannya
Aku hanya naik ke bukit, menunggu kedatangan sang bulan

Bulan, adalah teman bagi semua orang yang sedang kesepian, termasuk diriku
Namun, jika sang bulan tiadanampak di langit
Bayangan dirinyalah yang menggantikannya, mengisi kekosonganku dalam ruang dan waktu
Di atas pulau ini, di atas tanah ini, ku coba kendalikan seluruh kekhawatiran dan kegelisahanku
Ku panjatkan dan ku haturkan semuanya tak kepada siapapun kecuali langit-langit bumi
Hingga nanti pagi menjelang, semoga ia bisa istirahat dalam pengabdiannya yang melelahkan Selamat malam bulanku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s