One Thing They’ll Never Take From You

Tatapan mata kekhawatiran dan keletihan terpancar nyata melalui matamu
Tak bisa ku bayangkan betapa besarnya perasaan tidak tenang yang sedang mengganggu kepedulianmu akan dirimu sendiri

Hawa gelap yang menyelimuti bangunan tua, yang diusahakan agar terus nampak muda
Akan menjadi sangat lebih menyeramkan jika kalian membayangkan hal-hal yang menyeramkan pula
Tak kuat ku bayangkan, jika aku harus menjadi pohon mangga di sana, berdiri tegap dikelilingi oleh hantu malam
Ku biarkan kerinduanku tertiup angin, semoga angin itu berhembus ke arahmu, sayangku
Membawa kehangatan, sehangat kecupan ibu di keningmu
Membawa kedamaian, sedamai usapan seorang ayah di kepalamu

Pijakan yang menjadi alasmu, memang sangat menyengat karena udara dingin yang menyemburnya setiap saat
Matahari pagi tidak menembus dinding, matahari sore terdiam hening
Ingin saja ku lubangi dinding itu, membangun tangga hingga mencapai langit sana
Membawamu berjalan ke atas, ke tempat peri bernyanyi, sambil bermain harpa dengan nada-nada merdu sendu
Namun ku hanya mampu membuatnya di khayalanku, itu pun aku masih bersyukur

Di sini aku duduk termangu rapi
Ditemani oleh pikiran yang melayang di sekitar dinding kamar, mencoba menembus jendela, namun terpental dan kembali ke kepalaku
Tak ku biarkan mereka pergi begitu saja membawa rasa was-was
Tak ku pedulikan rintihan mereka, memekik telinga meminta disampaikan kepada mereka yang dikhawatirkannya
Termasuk dirimu

Bersamaan dengan mengalun indahnya suara-suara piano klasik berwarna biru dan putih ini
Kantuk yang menjadi raja, letih yang menjadi ratunya
Tak kuasa ku menahan serangan dari mereka, ku berlari, hingga bertemu dengan piano tersebut, lalu ku mulailah pelarianku
Sambil berharp kau sudah memasuki dunia mimpimu

Piano ini, kekuatan suaranya menggema hingga ke alam tidur di galaksi sebelah
Membuatku ingin bernyanyi untuk negeri ini, mengisi waktu yang terus berhamburan keluar dari jam pasir
Aku tahu, esok pasti tiba jika usia kita dapat mencapainya
Aku tahu, sekali ku pergi, ku takkan pernah kembali
Maka itu, tak pernah ku katakan bahwa kepergian adalah hal yang mudah semudah berkata bohong

Tidak ada bau gosong, tidak ada bunyi sirine, sepertinya aku masih baik-baik saja
Segala hal-hal biasa ini, menyeretku pada tingkat depresi yang belum pernah ku temui sebelumnya
Maaf, jika ku tak bisa berhenti memikirkanmu, keluargamu, dan tentu saja beliau
Hanya kekuatan dari rasa sayangmu untuk keluarga dan ayahmulah yang bisa membuatku tersenyum
Terimakasih untuk itu

Kira-kira dimana senjata yang biasa ku pakai untuk berburu burung malam ya?
Ingin ku bersihkan sekarang, terdengar mengganggu sekali jeritan-jeritan mereka di tengah malam begini, mengganggu bisikkan-bisikkan sayangmu yang biasa ku dengar setiap hari
Lalu ku pejamkan kedua mataku,
Yang ku bayangkan adalah heningnya malam di tempatmu bernaung
Jua ku bayangkan ombak besar, di sungai yang mengalirkan air berwarna ungu
Tak kunjung pudar, justru deras dentuman riak air yang menghantam batu sungai, semakin tertangkap jernih di daun telingaku
Benar-benar menggaggu bisikkan-bisikkan sayangmu yang biasa ku dengar setiap hari

Kau yang menguatkanku, senyummu, murungmu
Membuatku untuk selalu kuat untukmu, untuk dunia, untuk kita
Ku harap, kuatku juga menjadi kuatmu
Dua hati yang terikat, merasakan hal yang sama walaupun terpisah jarak terlapis waktu
Asal masih bernafas dengan udara yang sama, jiwa ini akan terus tetap menyatu

“Segala yang terjadi dalam hidupku ini, adalah sebuah misteri Ilahi. Perihnya cobaan hanya ujian kehidupan.”

Pagi nanti, bisa saja ku menyaksikan kupu-kupu terbelah, mengambang di seberang teras yang dipenuhi kumbang-kumbang yang sedang bersilat
Bisa juga, ku saksikan
Kekuatan akan selalu menyertai yang merawat, kesehatan akan selalu menjumpai yang dirawat
Kebahagiaan tidak ada di ujung jalan, kebahagiaan selalu ada di setiap jengkal jalan yang kita lewati

Aku bangga bisa memilikimu, juga bisa menjadi milikmu
(Seketika air mataku keluar tak terkendali)
Maaf,
Seburuk apapun bentuknya, seperti inilah caraku menyayangimu

“I just wanna you to know. That the world is ugly, but you’re beautiful to me. Stop your crying, end this feeling. Dry your eyes and statr believing, there’s one thing they’ll never take from you. That is YOU, all of YOU.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s