Dekapan yang Menjelaskan Semuanya

Penyesalanku datang tak kunjung berhenti
Kesalahanku yang sangat amat tak bisa ku maafkan
Sungguh benar aku tak berdaya setengah mati
Membawaku ke dalam lembah keputusasaan

Terimakasih ku ucapkan kepadamu wahai sayangku
Yang telah memberikanku kesempatan kembali
Kembali bersamaku, di sampingku
Kembali di sisimu, selalu untukmu tuan puteri

Ku rasakan kuatnya rasa tidak berdaya yang menguasai kendali otakku terhadap tubuh ini
Ku mampu melihat takdir yang tak terbentuk indah lagi
Tak bisa ku lihat indahnya bulan yang bulat sempurna terang menghiasi angkasa
Hanya tangisa yang menemaniku tiap malam, dan tiap ku terdiam dalam hampa

Air mata menutupi mataku di pagi hari yang indah, tak terdengar lagi suara burung berkicau nyaring
Kesunyian mengendap di dalam lara, wajah memasang ekspresi berpura-pura untuk membohongi interaksi mereka
Tak berani ku bersaksi, tapi layak untuk dibuli
Hari ini masih miliknya, hari esok, aku tak tahu

Murung terbang riang kesana kemari
Risau mengambil sebuah pisau untuk diasah
Sepi hinggap di tepian jendela yang basah
Matahari tak lagi seterang kemarin hari

Ku hanya bisa memasrahkan semua ikhtiarku untuk mendapatkannya kembali pada Tuhan Yang Maha Agung
Ku serahkan segalanya kepada-Nya
Jika ia memang untukku, ku memohon pada-Mu
Hambamu yang hina dina ini memohon untuk mendapatkan kehendak-Mu
Kehendakilah aku dan ikhtiarku, jika ini memang baik untukku dan jika ia memang untukku
Namun jika tidak, hentikanlah aku sekarang juga
Aku akan tetap menyayanginya, seperti aku akan tetap membutuhkannya
Sisanya, aku serahkan semuanya kepada-Mu

Hingga akhirnya kau datang kembali di hadapanku
Dengan begitu baiknya kau kembali mengikatkan tali di tangan kita
Mencoba menyatukan kembali kepingan-kepingan hatimu yang telah hancur oleh perbuatanku
Lalu menghampiriku, dan memelukku dengan sangat hangat, damai, dan tenteram
Tak ada lagi yang ku pikirkan ketika itu, selain aku amat menyayangimu, membutuhkanmu, dan tak ingin berpisah darimu

Kebesaran hati yang hingga kini masih ku kagumi
Merupakan anugerah besar yang Tuhan berikan untukmu
Seluas langit dan bumi, sedalam lautan dan daratan
Terasa bagiku seperti itu, kebaikan hatimu untuk menerimaku kembali

Ku rangkai lagi semua pecahan kepercayaan diriku yang terbakar hangus oleh kebodohanku sendiri
Benih-benih cinta kembali bersemai, menggantikan atmosfer kelabu yang tak lagi bisa berkuasa dengan paksa bagai Firaun dan rakyatnya

Takkan pernah ku lupa, ketika kau datang lagi padaku
Menyerahkan lagi kasihmu untukku, menggantungkan lagi harapanmu padaku, memberikan lagi rasa sayangmu kepadaku
Ketika kau memelukku erat, dan ku peluk tubuhmu lebih erat
Dan kita tak peduli akan yang lainnya lagi, kita tak peduli akan ada yang melihat
Karena untukku, itu semua yang ku butuhkan, pelukanmu
Pelukanmu, menyelamatkanku

Tiga kata yang pendek, satu hal yang sederhana
Dan ku membuatnya menjadi sebuah kesalahan
Padahal aku tak bertemu denganmu hanya semalam
Namun rasanya seperti aku takkan pernah melihatmu lagi

Tiada lagi ku tahu cara untuk berterimakasih untukmu
Aku akan menjaga ikatan ini, hingga nanti tiba saatnya untuk kita bersatu
Persatuan yang diakui dan diketahui
Bersatu di mata negeri dan di mata Ilahi

Tidak akan ada lagi suatu pagi yang kosong sekali ketika tiada terdengar merdunya suaramu
Tidak akan ada lagi suatu pagi yang kelabu ketika air mataku terus berjatuhan tak dapat dikendalikan walau ku telah menyatu dengan langit
Tidak akan ada lagi suatu malam yang benar-benar rusak oleh erangan dan jeritan
Tidak akan ada lagi suatu hari dimana aku tak tahu harus melakukan apa

Akan selalu ku ingat, momen itu
Ketika kau membuka hatimu untuk mencoba kembali berjalan bersamaku
Tak ada bicara lain, hanya pelukan yang penuh makna syahdu
Pelukanmu, menyelamatkanku (menyelematkan kita)

(27 Maret 2013)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s