Kata-kata Rindu

Kata-kata rindu yang ku terkan di partikel-partikel udara
Telah ku selimuti oleh harapan
Agar tiada kejahatan malam yang mampu mengganggunya
Lalu angin hitam akan membawanya menuju mimpimu yang tak tersentuh tangan

Suatu hari nanti, mungin kau akan mengetahui
Bahwa, semua ini hanyalah tentangmu

Letihku telah menyatu dengan dinding-dinding batas antara senyuman dan keperihan
ku berbaring di sini, pandanganku menatap jauh ke ranah malaikat di atas langit sana
Jauh sekali ku berkhayal, padahal nasibku saja belum ku bereskan
Untungnya selalu ada pepatah “Hidup berawal dari mimpi” yang selalu melindungiku

Kami berjalan melintasi arus lalu lintas ibukota
Bekas-bekas pijakan roda karet hitam kami, terhapus oleh renyah tawanya
Jalan yang kami lewati, berubah menjadi taman indah yang berada di pinggir pantai, dengan cuaca yang selalu cerah dan angin yang selalu sejuk
Terdapat di dalamnya begitu banyak kupu-kupu dan bunga, yang berhubungan satu sama lain walau saling menusuk

Setiap kuntum bunga yang tumbuh dan bermekaran, memiliki kisah-kisah tersendiri sebelum dan sesudahnya
Mereka tak menjadi bunga dengan sederhana begitu saja
Banyak proses yang mereka lalui, mulai dari bibit, akar, tunas, batang, daun, ranting, lalu menjadi bunga
Pahitnya tanah, hangatnya matahari, indahnya terpaan air, dan banyaknya kandungan mineral
Semuanya memiliki andil dalam tumbuhnya bunga di taman yang kami lewati

Sama halnya dengan kupu-kupu
Mereka bersusah payah terlebih dahulu sebelum mampu terbang indah layaknya hewan peliharaan malaikat surga
Menahan derita menjadi seekor ulat, yang berduri dan beracun
Merupakan seonggok hama yang tidak mengerti kemana tujuannya berjalan kecuali mencari daun hijau yang menjadi makanannya tiap hari

Dan kemudian dengan sabar dan perlahan ia tenun sebuah kepompong, sebagai tempat untuk mengurung dirinya sendiri hingga kesendiriannya merubahnya menjadi keindahan dunia
Ia menunggu, menunggu, dan menunggu hingga tubuhnya berubah menjadi seekor kupu-kupu
Hingga pada suatu masa, kepompong itu pecah dan makhluk baru, lahir di dunia ini, seekor ulat yang hanya bisa menggeliat sambil memakan daun-daun segar, telah berubah menjadi kupu-kupu, hewan terbang yang sering menghisap saripati bunga lalu menyebarkan serbuk sarinya menuju tumbuhan lain

Tak ayalnya bunga atau kupu-kupu, aku dan dia juga memiliki kisah tersendiri
Gedung-gedung disusun bertingkat, menjadi pondasi antara langit dan bumi
Warna langit malam yang begitu pekat, karena sangat cerah, langit malam yang berwarna hitam pekat adalah bukti dari langit dengan cuaca cerah yang tanpa awan mengganggunya
Hingga bintang-bintand dan rembulan datang menghiasi, bagai kunang-kunang yang hinggap di langit-langit gua

Senyuman haru, cerita yang tak kunjung habis, dan perilaku manisnya
Sungguh merupakan anugerah untukku yang bisa ku dapatkan setiap hari
Yang merupakan satu dari banyak alasan, mengapa aku sudah seharusnya bersyukur
Kepada Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang

Kahlil Gibran punya Sayap-sayap Patah
Chairil Anwar punya Aku Ini Binatang Jalang
WS. Rendra punya Mencari Bapak
Aku punya dia, sebagai sumber dari karya-karyaku kepada dunia

Di pagi yang hening dan sunyi, hanya terdengar suara orang-orang mengaji
Sayup-sayup ku dengar juga suara kucing yang sedang berkelahi
Aku tuliskan serta aku lukiskan, rasa cintaku kepadanya melalui puisi
Bukan sebagai bukti, karena aku memiliki caraku sendiri untuk membuktikan keseriusan hati
Namun sebagai ungkapan hati, yang ku buat untuk menghiasi hari demi hari

Tanpanya aku akan menjadi seperti kertas kusam yang berada dalam buku berdebu
Di barisan terbelakang pada sebuah rak yang berada di gudang perpustakaan tua di suatu kota terpencil
Atau seperti sebuah lampu, di dalam sebuah kamar yang ditinggalkan pemiliknya
Rusak dan tak bisa dihidupkan kembali untuk menyinari seisi ruang beserta sudut-sudutnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s