Usia, Kematian, dan Rembulan

Ada banyak sekali hal yang terjadi dalam kehidupan kita, namun kita tak menyadarinya
Sekali kita menyadarinya, sambil berkata “ternyata” kita akan merasa aneh dan mengejutkan

Di bulan yang menjadi musim seminya kebaikan dan keberkahan
Malam menjadi ladang amal dan pahala untuk semua umat Muslim di dunia
Termasuk diriku
Malam itu, aku sholat tepat di samping ayahku
Sedikit ku lihat ayahku yang sudah ringkih untuk bangkit dari sujudnya
Di situ ku tatap dinding, tatapanku kosong padahal di tengah alunan indah nyanyian surga
Kemudian aku tersadar, bahwa orang tuaku juga ikut bertambah tua
Pertumbuhan yang menjadi sorot utamaku dalam menjunjung tinggi perkembangan taraf hidup dunia dan akhirat justru malah mengalihkan pandanganku bahwa orang tuaku juga bertambah tua
Ketika aku berkembang, saat itulah usia orang tuaku bertambah
Betapa bodohnya aku yang baru menyadarinya secara langsung dan serius sekarang

Hari esoknya, aku lihat seorang gadis kecil yang mengikuti ayahnya sholat Jumat
Ia duduk rapi dan santun sekali di samping ayahnya yang sedang beribadah, tanpa bersuara ia tunggu ayahnya hingga memberi kode bahwa ibadahnya sudah selesai
Aku tersadar bahwa anak kecil saja memiliki kesabaran dan pengertian yang sangat tinggi
Namun mengapa semakin dewasa kesabaran dan pengertian itu perlahan berkurang?
Apakah karena tergerus oleh urusan duniawi?
Sungguh ku merasa bodoh jika membayangkan bahwa kesabaran dan pengertianku tak lebih baik dari gadis kecil itu

Aku juga tersadar bahwa penganggapan dan pengakuan seseorang terhadap orang lain bisa berubah sewaktu-waktu, tanpa peringatan bahkan
Dulu mungkin engkau merupakan suatu sumber ketertarikan bagi orang lain, sekarang mungkin sudah menjadi bagian dari rutinitas yang membosankan
Namun hal seperti itu, bergantung penuh pada masing-masing tipe manusia yang bersangkutan
Tak bisa dipastikan, sama seperti ramalan cuaca atau prediksi pertandingan sepakbola

Apalagi jika bayangan akan kematian sudah ada di pelupuk mata
Suatu hal terkuat yang ada di alam semesta dan yang paling dekat dari diri kita,
Yaitu kematian

Takut! Aku takut jika sudah menyebut kata kematian
Akan menjadi seperti apa aku di alam kubur sana?
Apakah akan menjadi makhluk laknat yang disiksa?
Atau menjadi makhluk yang sedang tertidur pulas di ruang terang benderang?

Memikirkan hal-hal seperti itu, ketika tawa melintas ramai di keheningan hati keriuhan suasana
Membuatku ingin cepat-cepat mengalihkan pesona gaib ini menjadi pesona duniawi
Hanya untuk mengobati rasa takutku, dan menambahkan ketakjubanku pada ciptaan-Nya
Sebelum aku benar-benar pergi menuju alam barzah

Malam yang cerah,
tak seperti malam-malam sebelumnya di bulan yang penuh api suci pembakaran dosa ini
Biasanya,
awan menguasai seluruh tempat dimana bintang-bintang biasa memamerkan keelokannya
Hingga sang bintang merasa bosan, kemudian tak kembali lagi menghiasi angkasa malam

Malam ini giliran bulan purnama yang berkuasa, tiada awan
Yang ada hanyalah bintang yang mengitarinya, bintang diberikan izin dari bulan untuk menghibur manusia-manusia yang haus akan keindahan dan yang membutuhkan perusak sepi
Mereka juga menghibur manusia-manusia muda yang sedang dimabuk cinta

Ku lihat bulan berdiri tegak di situ, merekah cantik, menyiratkan begitu besar makna, bersama bermekarannya para bintang
Ia memperhatikan ikatan kami, ia memperhatikan senyuman kami
Dari atas sana ia memandangi kami tanpa henti
Seperti sedang melihat barisan semut yang sedang mencari makan dan membuat sarang

Namun bulan di musim penghujan akan tetap menjadi seperti pemberi harapan kosong
Akan pagi yang hangat dan terang,
Karena pada pagi harinya, ku rasakan kembali tanah-tanah yang basah akibat hujan tadi malam
Berbeda dengan tanah yang disirami sinar rembulan seperti yang ku nikmati semalam

2 thoughts on “Usia, Kematian, dan Rembulan

  1. When someone writes an article he/she maintains the idea of a user in his/her mind
    that how a user can understand it. Thus that’s why this article is perfect.
    Thanks!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s