Can’t Be Moved

Bendungan hitam yang ku lewati di malam itu, di malam ketika ku berjalan dari Pejompongan menuju Cempaka Putih
Semak belukar dan pepohonan yang membatasinya, jalan-jalan dingin yang melindunginya, separuh bulan yang meneranginya
Seluruhnya menemani jalanku pulang, menuju tempat dimana aku merasa nyaman untuk menyembunyikan seluruh rasa rindu dan khawatir
Akan senyuman dan keadaannya selama mendaki di sana

Lagu-lagu keras, sengaja ku putar untuk menahan gelora rasa di hati ini
Gelora dari seorang insan yang tak sanggup menahan rindunya ditinggal sendirian oleh sang belahan hati
Memangkas pikiran-pikiran buruk, lalu menjadikannya senyuman penuh hiburan untuk diriku sendiri sembari berdoa yang terbaik untuknya di setiap waktuku bertemu dengan Tuhan Yang Maha Penyayang
Sebuah rasa, yang natural jika dialami oleh manusia
Sebuah rasa, yang akan menemaniku beberapa hari ke depannya

Matahari mengeluarkan air mata dari balik kelopak matanya
Dan bulan purnama, tak berani mengumandangkan nyanyian indahnya
Aku di atas ranjangku, menghela nafas lega menyaksikan foto-foto darinya
Memasang pose, dan tersenyum indah menyentuh awan di sana

Padahal sejak pagi aku memikirkannya, sambil membereskan rumah yang nantinya juga pasti ku tinggalkan
Tak tahan akan pikiranku sendiri, lebih baik aku mendengarkan radio untuk mengisi kekosongan
Melukis kepedihan di atas dinding, dengan kuas yang haus akan rasa ketika hari-hari dihabisi dengan suka dan duka kebersamaan
Dan ia telah turun dari impiannya, kemudian menyiapkan diri menuju dunia nyata yang belum berubah, masih mengerikan

Berani-beraninya ku bilang mengerikan, tentu saja ku berani, karena tak ada ia di sini
Aku bersiaga, menunggu suaranya dan kedatangannya, sembari membuka mata terus untuk menjaga nenekku yang sedang berbaring menikmati istirahat di antara malam yang sedang bernyanyi
“The Man Who Can’t Be Moved”, lagu ini yang ku dengar ketika ku menemaninya membeli sarung tangan untuk melindungi lembut tangannya dari cengkeraman dingin dan sunyi
Lagu itu juga sedang ku dengar ketika ku menulis ini

“I’m not moving, people talk about the guy that’s waiting on a girl…
Cause you’ll know it’s just for you, I’m the man who can’t be moved”

Tadi, ia sempat menghubungiku, namun sayang aku sedang membersihkan tubuhku
Sekarang aku mencoba menghubunginya untuk mengucapkan selamat dan menyampaikan rindu
Meluapkan lupaku dan melupakan luapanku
Sedikit tak ku mengerti bahasaku sendiri, mungkin karena isi kepalaku sedikit rusak sejak suhu panas menyiutkan batu

Hanya ia yang mampu mengobati lukaku dikarenakan rasa malu kepada diri sendiri ketika tak mampu melakukan hal apapun yang menakjubkan
Memang ia tidak selalu ada di pihak yang sama dengan pikiranku, namun dia akan selalu ada di sisiku ketika aku membutuhkan
Teringatku pada suatu komik yang berjudul “Shingeki No Kyojin”
Ada satu tokoh yang bernama “Mikasa Ackerman”, ia pernah berkata,
“With you I can do anything”, aku mengerti

Saat ini aku sedang berbicara dengannya
Begitu leganya, karena ia terdengar sangat sehat
Juga terasa sangat kuat
Mulai dari malam ini, akan banyak lagi puncak yang menunggu untuk didaki olehnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s