Pelamun Syahdu

Biru seperti kelabu
Merah selegam hitam
Kuning menjadi putih

Matahari terbit membuatku tertidur
Rembulan terbit menjagaku terbangun
Hiburan justru datang saat gelap

Istirahat mutlak saling baku hantam dengan kewajiban absolut
Membuat tak hanya mata yang lemah, namun hati juga
Keinginan selalu tak sama dengan keadaan

Berjibaku melawan rasa kantuk
Semangat tak mampu dibangkitkan oleh hiruk pikuk
Anehnya rasa malas dan renungan hati nan berkecamuk

Ku tatap awan di langit siang, tiada habis ku pandang
Ku pandangi bulan dan bintang, bintang jatuh datang
Ku meminta aurora sesekali melintas di langit terang

Jika tiada teman dan kekasih, bahagiaku pasti akan pergi
Andai tak ada keluarga di sini, nyawaku yang sudah lari
Namun tanpa mimpi, aku bukanlah diriku sendiri

Dalam kehidupan
Berbagi kesedihan lebih baik dibanding menjalani kehampaan
Dan kebersamaan akan selalu menciptakan kebahagiaan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s