Langit Jingga Hari Ini

Jika ku melihat langit sore, takkan pernah ku kehabisan kata-kata untuk memujinya
Seperti langit sore hari ini
Langit sore yang tadinya dihiasi oleh mutiara kelabu, dan tertutupi oleh ribuan tetes air yang jatuh
Kemudian disambut oleh sinar jingga dari senja yang mulai menjelang
Menyelimuti langit biru di atas sana yang mulai menggelap

Ku saksikan kejeniusan Tuhan dalam melukiskan keindahan dengan spontanitas
Terkadang dan terus terang
Aku merasa heran jika masih banyak manusia yang tak bersyukur ketika hidup di dunia
Padahal senja sudah mampu membuktikan kecil tubuhnya
Namun mereka tak menyadari betapa besarnya dunia, karena mereka tak pernah memperhatikan keelokan senja

Yang aku saksikan sore tadi, seluruh awan yang berada di atas sana
Yang besar dan kecil, yang kerdil dan raksasa
Yang merendah di bawah, mengambang dekat di atas kepalaku
Hingga yang menjulang dengan sombongnya di kejauhan
Semuanya, seraya menghadap ke barat

Ke arah dimana matahari bergerak menuju tempat lain yang belum dikunjungi seperjalanannya melintasi waktu
Semua awan seperti memiliki wajahnya masing-masing
Terang dan tenteram di bagian muka
Gelap dan damai di bagian belakang kepala
Mereka semua seperti sedang mengikuti upacara penurunan bendera

Tak ada yang berpaling hingga matahari sudah benar-benar pergi menuju tempat lain
Mereka semua mengerti, bahwa matahari tak boleh terlambat sedikitpun untuk mengunjungi seluruh permukaan Bumi
Langit jingga mulai memuai, hilang tersedot waktu bersamaan dengan cahaya yang meredup

Di ufuk sana, lebih jauh dari tempat yang dinamakan langit
Bahkan lebih Jauh dari tempat yang dinamakan Bulan
Menggantung pemandangan indah, yakni sebuah titik cahaya bersinar terang
Seakan-akan ia hadir untuk mengobati para pesakit cinta yang muram karena ditinggal oleh mentari dan senja
Aku merasa sangat terhibur oleh keberadaannya, seperitnya ia selalu ada ketika matahari tenggelam
Dan ada yang selalu muncul sebelum matahari terbit, mungkin mereka saudara kembar yang tak mau kalah dalam menemani mentari

Sedangkan aku, tak terlalu merasakan kesepian ketika waktu senja sudah habis
Hari ini sudah dipenuhi oleh kebahagiaan yang tercipta saat bersama kekasihku tersayang
Satu hari lagi penuh tawa dan canda, sarat akan penjelajahan penuh makna
Dari dua manusia yang saling mencinta

Langit malam datang penuh dengan perlahan
Membawa gemerlap bintang untuk daratan dan lautan di Bumiku yang sedang kedinginan
Aku nikmati sisa-sisa hidupku di hari ini dengan merenungkan apa-apa saja yang sudah ku peroleh
Juga apa-apa saja yang akan aku lakukan jika besok aku masih mampu menikmati hari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s