Dunia Membuatku Diam

Di luar sangat ramai, tawa dan canda dapat ku dengar dari sini
Di dalam kamar yang kosong dan sepi
Ku tatap cermin yang tepat berada di hadapan
Ku lihat di depan ada kesedihan dan di belakang ada kesendirian

Aku ingin sekali seperti mereka
Yang memiliki teman untuk berbagi
Aku ingin sekali seperti mereka
Yang dihibur kala kesedihan menghampiri

Saat seperti ini, mereka tak pernah tetap berada di sisiku
Aku tak meminta mereka pergi, aku tak mau mereka pergi
Aku tak meminta mereka tinggal, aku takut mereka tak sudi
Mereka selalu meninggalkan aku yang sedang membatu

Seseorang berkata “bagaimana kami bisa menghiburmu,
Jika kau hanya diam dan menatap kami dengan pandangan sinismu?”
Dengan perasaan yang tak menyenangkan aku jawab “Aku setia membungkam,
Karena sejatinya dunia yang membuatku diam”

Tiada yang tahu, tiada yang peduli
Di dalam sini aku menyadari kesalahan-kesalahan yang telah ku perbuat
Semua buta, semua tuli
Di dalam sini aku tahu bahwa kehancuran yang ku ciptakan tidaklah sesaat

Berbicara seperti ini pun akan menjadi kesalahan bagiku, aku tahu itu
Karena tak pernah sedikitpun ada kebenaran yang berasal dari diriku
Semua yang ku lakukan akan selalu menghasilkan kesalahan
Sejak kelahiranku di dunia, mungkin itu sudah digariskan

Aku baru sadar bahwa selama ini aku hanya memupuk rasa sakit di dalam hati orang lain
Tak tahu harus berbuat apa, aku terdiam pasrah disengat matahari
Berharap tubuhku akan menguap dan bercampur dengan udara, seperti noda pada kain
Yang kemudian hilang tersapu oleh air murni di pemandian suci

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s