Ini Bukan Pilihan

Apakah aku telah menyayanginya dengan cara yang tidak tepat?
Atau dia yang menyayangiku dengan cara yang salah?
Repihan-repihan hati ku betebaran bagaikan debu
Sangat banyak, namun tak berdaya

Langit di atas tidak nampak, hanya awan kelabu yang terlihat
Tidak ada matahari, yang ada hanya hujan yang membanjiri tanah-tanah kota
Sedang mengingat kenangan indah di waktu yang sama dengan membayangkan hal menyakitkan yang akan aku perbuat dan kekuatan kenyataan yang sangat mematikan

Apakah aku salah jika aku sangat menyayanginya? Apakah aku terlalu menyayanginya?
Kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan
Apakah aku adalah penganut ajaran sesat?

Kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan
Lagi-lagi, aku menyakiti orang-orang yang aku sayang
Aku mengecewakan orang yang sangat aku sayang

Aku yang dulu membayangkan kasih sayang dapat bertahan dari apapun
Aku yang dulu percaya akan kekuatan cinta, dan kekuatan itu akan mengubah apapun
Sekarang aku terpana betapa bodohnya diriku telah menaruh keyakinanku pada dunia yang fana ini

Sekali lagi, Tuhan memberikan ujian kepadaku, umatnya yang hina
Dia telah bersabda bahwa Dia tak akan memberikan ujian yang tidak bisa dilewati oleh hambanya
Namun, ujian ini terlalu berat

Dan sekali lagi, kenyataan telah meleburkan impian
Seperti api yang meleburkan emas, seperti lahar yang meleburkan tanah
Aku tak ingin menyakitinya, dia berhak mendapatkan sesuatu yang lebih baik dibandingkan kenyataan
Bukan aku, melainkan sesuatu yang lebih baik dari diriku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s