Burung dan Sayap

Aku tak pernah tahu bahwa kenyataan ternyata bisa sekejam ini
Lebih kejam dibandingkan dengan sekumpulan manusia yang nyaris mati kemudian berubah menjadi kanibal, lalu melahap sesamanya
Cerahnya malam menipu bumi
Tangisanku malam ini, bukan tangisan karena luapan emosi atau pelepasannya melainkan tangisan yang tanpa salah datang dari rasa sakit dan pedih nan tiada tara

Ia adalah kekasih yang paling aku sayang
Memang bukan cahaya di ufuk timur ketika matahari baru saja nampak
Juga bukan kejora di ujung garis merah awan yang melintang di arah barat
Hanya seorang manusia biasa yang kehadirannya mampu mengubah dunia

Dia tidak selalu mempesona, juga tidak selalu menyenangkan
Bukan sesosok malaikat yang mampu menghilangkan rasa sakit
Juga bukan seorang bidadari yang bisa menggetarkan lempeng bumi
Hanya perempuan sederhana yang mampu menyejukkan keringat dan menghangatkan air hujan

Ku bertanya kepada langit
Apa aku salah jika aku sangat menyayangi seorang wanita?
Atau aku menyayanginya dengan cara yang salah?
Mengapa harus ada yang tak sudi dengan cinta murni yang menguatkan hati?

Di wajahku tak ada senyuman, hanya ekspresi datar yang berusaha menyembunyikan pedih
Sedang mengingat pengalaman indah yang ku yakin takkan pernah tergantikan
Aku sungguh tak menyangka bahwa semua perjuangan dan impianku selama ini berubah menjadi kenangan
Dan aku masih sangat belum menerima luka di hatiku yang terasa sangat perih

Seperti bernafas dengan satu paru-paru, berlari dengan satu kaki
Menggenggam tanpa ibu jari, menangis tanpa kelopak mata
Apakah aku telah mendambakan masa depan dengan terlalu naif?
Atau aku hanya tak memiliki persiapan sama sekali menghadapi buasnya kehidupan?

Seperti bermain catur tanpa ratu, kekuatan pasukanku hilang separuh
Aku masih ingat rasa ketika sebuah tawa meledak meski awalnya aku tak menginginkannya
Ketika mulutku tanpa ragu berkata “Perjuangan dan pengorbanan hanyalah bagian dari kasih sayang
Dan ketika aku yakin bahwa semua penghalang tentu saja bisa dilewati

Sebuah keyakinan yang ku junjung tinggi, namun malah membantingku ke bumi dengan keras
Membuat semua keyakinanku seakan-akan adalah keegoisan anak kecil semata
Semua yang ia katakan menjadi kenyataan, sebuah pernyataan yang dulu selalu aku anggap sebagai perkataan emosional yang sama sekali tak masuk akal
Justru adalah sebuah kebenaran

Ia berkata “Ini hanya kerikil kecil yang ada di kehidupan kamu
Aku sangat memahami maksudnya, hanya saja
Kerikil kecil tak pernah menyakitiku separah ini
Hanya ada beberapa hal yang bisa menyakitiku sampai seperti ini, yaitu orang-orang yang aku sayang

Seekor burung di bibir sarang, menatap angkasa yang tak bertepi. Burung kecil itu memiliki sayap yang sangat ia sayangi dan keinginan untuk menjelajah apapun yang ia tatap. Ia merasa bahwa ia diberikan kehidupan untuk berjelajaha. Ketika mencapai tempat yang belum pernah terjamah, kepuasanlah dan kebahagiaanlah yang ia dapatkan. Tak lama ia merasakan betapa sayang dan bangganya ia dengan dirinya dan sayapnya, ia pun terbang. Ia kepakkan sayapnya, ia melayang di dalam partikel-partikel udara melewati beberapa dahan dan ranting. Sempat terjatuh hamun bangkit lagi. Kini ia terbang menuju pohon tertinggi, ia tak merasa jatuh. Tak ada yang salah. Tetapi ia tertahan, tak bergerak maju padahal ia dan sayapnya telah berkepak dengan kekuatan yang luar biasa. Sampai ia menengok ke belakang, ternyata induknya menariknya dan mengembalikannya ke sarang.

Burung kembali merenung di bibir sarang, menatap dengan murung pucuk daun yang indah di puncak pohon tertinggi. Burung tahu ia tak bisa mencapai tempat itu, namun ia tahu bahwa penjelajahannya bersama dengan sayapnya ke pohon tertinggi itu belumlah usai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s