KENAPA “HOAX” MUDAH TERSEBAR DI INDONESIA?

Rabu, 8 Februari 2017 | 21:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran, Bandung, Deddy Mulyana, menyebut ada faktor utama yang menyebabkan informasi palsu (hoax) mudah tersebarnya di Indonesia. Faktor itu yakni karakter asli masyarakat Indonesia yang dinilai tidak terbiasa berbeda pendapat atau berdemokrasi secara sehat.

Ia menyebut kondisi itu merupakan salah satu faktor mudahnya masyarakat menelan hoax yang disebarkan secara sengaja.

“Sejak dulu orang Indonesia suka berkumpul dan bercerita. Sayangnya, apa yang dibicarakan belum tentu benar. Sebab budaya kolektivisme ini tidak diiringi dengan kemampuan mengolah data,” kata Deddy melalui keterangan tertulisnya, Rabu (8/2/2017).

Menurut Deddy, kebanyakan masyarakat tidak terbiasa mencatat dan menyimpan data sehingga sering berbicara tanpa data. Di sisi lain, ia menyebut masyarakat lebih senang membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan kekerasan, sensualitas, drama, intrik dan misteri.

“Politik adalah bidang yang memiliki aspek-aspek tersebut. Tidak heran kalau hoax sering sekali terjadi pada tema politik. Khususnya saat terjadi perebutan kekuasaan yang menjatuhkan lawan seperti pilkada,” ujar Deddy.

Deddy mengatakan, terjadi tren peningkatan hoax menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 yang akan berlangsung pada 15 Februari mendatang. Namun ia menyebut tren tersebut akan menurun setelah Pilkada usai.

Deddy menilai kecendrungan meningkatnya hoax jelang pemilihan sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Hal yang sama juga di negara yang selama ini dinilai menjadi kiblat demokrasi, yakni Amerika Serikat.

Namun ia menyebut hoax di Amerika tidak masif seperti di Indonesia. Salah satu sebabnya, kata Deddy, karena masyarakat di sana telah melewati tradisi literasi sebelum masuk era sosial media.

Kondisi itu yang dianggap Deddy belum dimiliki masyaratkat Indonesia sehingga kemudian menyebabkan hoax mudah dikonsumsi.

“Bangsa kita yang tidak hobi membaca buku ini tiba-tiba direcoki dengan banjir informasi di ranah digital. Dan karena sifat dasarnya suka berbincang, maka informasi yang diterima itu lalu dibagikan lagi tanpa melakukan verifikasi,” kata Deddy.

Penulis: Alsadad Rudi
Editor: Egidius Patnistik

http://megapolitan.kompas.com/read/2017/02/08/21160841/kenapa.hoax.mudah.tersebar.di.indonesia.

View on Path

Advertisements

One thought on “

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s